Polres Trenggalek Bongkar Pengedar Puluhan Ribu Pil Koplo dan Sabu

Polres Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek kembali membongkar peredaran Narkoba jenis Sabu dan ribuan Pil Dobel L atau Pil Koplo yang cukup meresahkan warga Trenggalek. Petugas Satresnarkoba menangkap sedikitnya 3 orang tersangka dalam kasus ini.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. dalam konferensi pers yang digelar dihalaman Mapolres Trenggalek membenarkan perihal penangkapan tersebut. Senin (22/10)

“Iya benar, Unit Opsnal Satresnarkoba berhasil menangkap 3 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka antara lain DH dan S keduanya warga kelurahan Surondakan Trenggalek dan M asal Desa Sumberejo Kecamatan Sanan Kabupaten Blitar. Semua tersangka ditangkap dalam satu hari tanggal 10 Oktober 2019 yang lalu” Ungkap AKBP Jean Calvijn.

AKBP Jean Calvijn mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari informasi yang diterima petugas bahwa di terminal bus Trenggalek terdapat seseorang yang diduga menyalahgunakan Okerbaya.

Petugas kemudian melakukan penyeldikan dan pengamanan saksi dengan barang bukti Okerbaya jenis Pil Dobel L sejumlah 27 butir yang dimasukkan dalam bungkus rokok. Tak berhenti disitu, petugas kemudian mengembangkan dan diketahui bahwa Dobel L tersebut di dapat dari tersangka DH.

“Petugas kemudian menagkap DH dan dari hasil interogasi diperoleh informasi bahwa DH memperoleh barang tersebut dari tersangka S.” Ujar AKBP Jean Calvijn.

Tak mau berpuas diri, jajaran Satresnarkoba kemudian melakukan penyelidikan lebih mendalam dan terungkap bahwa S mendapatkan Pil Dobel L tersebut dari tersangka M.

“Hasil pengembangan terhadap tersangka M didapat barang bukti Narkoba jenis Sabu seberat 0,77 gram dan Okerbaya jenis Dobel L sebanyak 14.504 butir serta Okerbaya jenis Dextro sebanyak 691 butir.” Imbuhnya

Terhadap ke-3 tersangka petugas mengenakan pasal Pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (1) dan (2) Subs pasal 112 ayat (1) dan (2) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) subs pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan (3) UURI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.) dengan ancaman pidana paling lama 15 Tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,-

Sumber : Polres Trenggalek

Polrestabes Trenggalek

Related Post