Petulo, Kuliner Tradisional yang Masih Eksis di Surabaya

Bangga Surabaya – Petulo merupakan salah satu jajanan tradisional yang kini sudah sulit untuk ditemui. Walaupun sudah jarang ditemui, namun di Surabaya masih ada beberapa penjual yang setia menjajakan kuliner tradisional bercita rasa gurih dan manis tersebut.

Salah satunya adalah Hasan, pria asli kelahiran Kota Pahlawan ini, sejak tahun 2000 sudah menjajakan makanan tradisional tersebut. Setiap hari, ia menjajakan makanannya menggunakan gerobak. “Setiap hari saya berjualan Petulo di Jl Demak Surabaya, tepatnya di depan Kampoeng Roti,” kata Hasan saat ditemui tim Bangga Surabaya beberapa waktu lalu.

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Hasan mengatakan jajanan ini merupakan makanan khas asal Malang dan Blitar. Terbuat dari ketan, tepung beras, beserta campuran bumbu lainnya yang disantap dengan kuah santan. Petulo terkenal di kalangan masyarakat, karena bentuknya seperti mie dan warnanya beragam, serta disajikan dengan serabi. “Petulo yang saya jual ini harganya Rp 5 ribu, sudah termasuk tambahan ketan berwarna pink dan serabi,” ujarnya.

Hasan, merupakan salah satu pedagang Petulo yang masih eksis di Surabaya (Foto: Afrida)

Petulo biasanya disadingkan dengan serabi, sebuah makanan ringan ala Solo, Jawa Tengah. Serabi terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan digoreng di atas arang mirip pannekoek, yang semakin menambah cita rasa petulo menjadi lebih lezat. Hasan mengaku, selama ini jajanan tersebut dibuatnya sendiri. “Saya biasa berjualan sejak pukul 16.00 WIB, hingga terjual habis,” terangnya.

Salah satu penggemar jajanan tradisional ini yakni Ani. Menurut dia, makanan ini paling enak jika disantap saat kondisi hangat. Karena, dapat membuat badan juga ikut terasa hangat. “Petulo ini harganya termasuk murah dan rasanya juga pas,” ujarnya.

Penulis: Afrida

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Sumber : Pemkot Surabaya