PENJURIAN MASKOT & JINGLE DI PACITAN, GOGOT TEGASKAN KESESUAIAN KARYA DENGAN TUJUAN

Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro (Kanan)

 

Pacitan, kpujatim.go.id- Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas), Gogot Cahyo Baskoro hadir sebagai juri dalam lomba desain maskot dan cipta jingle di KPU Kabupaten Pacitan pada hari ini (Kamis, 21/11) bertempat di Kantor KPU Kabupaten, Jl. Veteran No. 66 Gantung Pacitan. Pada penjurian desain maskot dan cipta jingle ini, Gogot menekankan penilaian berdasarkan kesesuaian karya dengan tujuan, yang diantaranya untuk memberikan sosialisasi, pendidikan pemilih dan peningkatan parmas.

Selain Gogot, jajaran juri yang terlibat adalah Triyono (Wakil Ketua Dewan Kesenian Pacitan) dan Ninik (Seniman sekaligus Akademisi) sebagai juri maskot, serta Djohan Perwiranto (Budayawan) dan Suharnowo (Pemusik) sebagai juri cipta jingle.

Lomba desain maskot dan cipta jingle ini dilakukan dalam rangka sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan Serentak tahun 2020 di Kabupaten Pacitan. Lomba dilaksanakan selama tujuh belas hari terhitung mulai 5 November 2019 sampai dengan 21 November 2019. “Lomba ini dibuka setelah Kami (KPU Pacitan-red) menentukan kriteria lomba melalui workshop dengan melibatkan para seniman dan budayawan di Pacitan”, terang Sulistyorini, Ketua KPU Pacitan.

Dalam kesempatan tersebut, Gogot, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa jingle dan maskot yang terpilih adalah yang sesuai dengan tujuan, di antaranya peningkatan partisipasi masyarakat, membuat pemilihan lebih menarik, serta sesuai dengan interpretasi publik. “Jangan sampai jingle dan maskot terpilih menjadi kontraproduktif dengan tujuan masyarakat”, tegasnya. Kontraproduktif ini misal salah satu icon maskot ataupun lirik jingle digunakan sebagai simbol oleh salah satu Pasangan Calon atau partai politik tertentu.

Beberapa hal yang perlu diperhaitkan dalam menilai maskot dan jingle secara umum adalah orisinalitas karya, relevansi antara karya dengan lokalitas, menarik, unik, dan mudah diingat. Sedangkan secara spesifik untuk maskot di antaranya maskot mengandung unsur estetikan, maskot dapat diaplikasikan pada media lain, mengandung unsur filosofis, dan netralitas maskot. Sedangkan untuk jingle di antaranya aransemen musik, pilihan diksi dalam lirik, serta kualitas audio yang digunakan.

Salah satu juri jingle, Djohan juga menambahkan bahwa jingle juga harus mengandung ajakan masyarakat untuk memilih dan memiliki alur yang baik dalam liriknya.

Untuk diketahui, jumlah maskot yang dinilai sebanyak 41 karya dari 37 peserta serta jingle sebanyak 26 karya dari 26 peserta.  Peserta lomba dibatasi hanya untuk masyarakat Kabupaten Pacitan.

(ANNY/AACS)

Sumber : KPU Jatim

KPU Jatim pemilu Pilgub Jatim Politik

Related Post