Pengamanan Integritas Pejabat jadi Masalah Utama

Click to view slideshow.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., menyebut pengamanan integritas menjadi masalah utama dalam pemilihan pejabat.

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Hal ini disampaikan bupati usai menerima hasil assesment terhadap 200 aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Jember.

Hasil assesment tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BKN Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, M.Si. di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis 15 November 2018.

Penyerahan dilakukan dalam acara rapat koordinasi BKN dengan Kantor Regional II BKN Surabaya serta jajaran BKD se-Provinsi Jawa Timur.

“Hasil assessment secara simbolik pertama diberikan untuk Kabupaten Jember, karena memang kami meminta percepatan menerima hasil,” terang Bupati Faida kepada wartawan.

Dengan lebih cepat menerima hasil assesment tersebut, bupati berharap secepatnya dapat menggunakan untuk mengisi formasi-formasi kosong.

Formasi-formasi yang kosong tersebut akan diisi oleh staf yang sudah ikut pemetaan kompetensi. Ada 200 staf yang memungkinkan masih bisa untuk mengisi jabatan eselon IV jabatan struktural.

Dengan 200 staf ini, kata bupati, sudah sangat meringankan. Mereka ini betul-betul dari staf pelaksana yang belum pernah terpetakan sebelumnya. “Jadi kita benar-benar menggali potensi baru dari bawah,” ungkapnya.

Bupati Faida berharap, hasil kompetensi ini dapat membuat Pemerintah Kabupaten Jember memilih pejabat-pejabat yang akan diujicobakan dengan kesempatan yang diberikan sebagai Plt.

Mereka akan mendapatkan evaluasi secara bertahap. Namun, Bupati Faida optimis dengan bekal hasil assessment, maka penempatan pejabat ini akan lebih sesuai dan tepat.

“Masalah utamanya bukan hanya pemilihan sesuai kompetensi, tetapi pengamanan integritas,” tuturnya.

Dalam sambutannya saat  rapat koordinasi, Bupati Faida mengaku assesment yang dilakukan oleh BKN meringankan beban Pemerintah Kabupaten Jember. baik anggaran maupun pelaksanaan.

“Kami sangat butuh hasil assesment tersebut untuk mengambil keputusan yang adil. Membaca potensi. Bukan hanya urut kacang, tetapi potensi ini memang harus digali,” katanya.

Bupati Faida berharap, hasil assesment ini dapat membantu Pemerintah Daerah untuk memunculkan pejabat-pejabat baru sesuai potensi di bidangnya masing-masing.

Bupati Faida juga berharap program assesment dapat dilanjutkan, karena masih ada sisa potensi yang harus di-assesment.

Bupati Faida mengatakan, hasil evaluasi kegiatan akan disampaikan di pusat,  bagaimana hasil assesment dimanfaatkan. (mutia/izza*f2)

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Sumber : Pemkab Jember