Pemkab Probolinggo Terima Bantuan Ratusan Alsintan

Probolinggo, cakrawalapost.com – Dalam rangka meningkatkan produksi tanaman pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo menerima ratusan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) pra panen dan pasca panen dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Bantuan alsintan yang diterima meliputi handsprayer electric sebanyak 100 unit, traktor roda 2 rotari sebanyak 25 unit, traktor roda 2 impala sebanyak 10 unit, cultivator sebanyak 60 unit, pompa air portabel 3 dim sebanyak 50 unit, power threser sebanyak 5 unit, power threser multiguna sebanyak 5 unit dan corn sheller sebanyak 5 unit.

DKPP Kabupaten Probolinggo menyerahkan bantuan ratusan alsintan tersebut secara simbolis kepada para penerima yang tersebar di Kabupaten Probolinggo di Desa Kramat Agung Kecamatan Bantaran, Kamis (13/9/2018). Penyerahan bantuan alsintan ini dilakukan bersamaan dengan peresmian rehabilitasi rumah pompa berikut prasarananya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) RI.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Probolinggo Muh Happy, anggota IV BPK-RI Rizal Djalil, anggota Komisi IX DPR RI Faisol Riza, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI Dody Krispratmadi, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI Bustanul Arifin Cahya dan Kepala Balai Besar Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI Tri Susetyo.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bambang Suprayitno mengungkapkan pemberian bantuan alsintan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dam produktifitas serta mengurangi kehilangan hasil pertanian.

“Selain itu mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja sehingga dengan adanya bantuan alsintan ini para petani bisa melakukan penanaman serempak. Disamping itu, jika ada serangan hama penyakit bisa segera diatasi dan dikendalikan secara dini,” katanya.

Menurut Bambang, apabila petani tidak mempunyai obat hama wereng bisa segera meminta bantuan kepada DKPP Kabupaten Probolinggo melalui pestisida penyangga. “Cara pemberiannya melalui kelompok dan pengaplikasiannya secara bersama-sama atau serentak melakukan penyemprotan,” jelasnya.

Bambang menerangkan ada kewajiban yang harus dilakukan bagi para penerima bantuan alsintan. Penerima bantuan ini harus mengutamakan kepentingan kelompok dalam pemanfaatan alsintan. Penerima alsintan juga wajib melakukan perawatan traktor.

“Untuk mendukung biaya perawatan, maka kelompok dapat menyewakan bantuan ini kepada anggota kelompoknya. Hasil dari biaya sewa ini, sebagian harus disisihkan untuk biaya perawatan. Apabila bantuan ini tidak digunakan berdasarkan laporan dan pengamatan dari UPTD, maka kami mempunyai hak untuk merealokasi kepada kelompok yang lain,” terangnya.

Lebih lanjut Bambang meminta kepada para petani agar jangan pernah meninggalkan alsintannya di tengah sawah ketika pekerjaannya belum selesai. Hal ini sangat penting untuk menghindari supaya alsintan tersebut tidak hilang.

“Idealnya, alsintan yang dirawat dengan baik dan digunakan sesuai prosedur akan bertahan hingga sampai 5 tahun. Dan bagi petani yang tidak mampu menjaga alsintan yang diterima dengan baik bahkan sampai hilang karena kurangnya hati-hati, jika mengusulkan lagi tidak akan menjadi prioritas,” tegasnya.

Melalui pemberian bantuan ini Bambang mengharapkan agar pertanian di Kabupaten Probolinggo bisa meningkat baik dari produksi maupun produktifitasnya. “Serta bisa segera tanam serentak untuk mengurangi serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” harapnya.(wan/mj)

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com