JatimTerkini.com
Banyuwangi Headline JT

Pemilik Melawan, Penggusuran Lapak Buah di Banyuwangi Diwarnai Kericuhan

Warga bersitegang dengan aparat Satpol PP memprotes penggusuran lapak buah di jalan raya Pakis, Sobo, Banyuwangi, Senin (10/1/2022) malam
Warga bersitegang dengan aparat Satpol PP memprotes penggusuran lapak buah di jalan raya Pakis, Sobo, Banyuwangi, Senin (10/1/2022) malam

Banyuwangi (jatimterkini.com) – Penggusuran lapak buah di jalan raya Pakis, Kelurahan Sobo, Banyuwangi oleh petugas Satpol PP, Senin (10/1/2022) sore, diwarnai kericuhan. Pemilik lapak, Tariyah (56), dibantu sejumlah warga menghalangi petugas yang berniat menertibkan barang-barang di dalam lapak.

Ketegangan langsung meletus begitu sejumlah personel Satpol PP mendatangi lapak di atas bibir sungai tersebut. Pemilik lapak berteriak melayangkan protes. Sejurus kemudian, beberapa warga tiba. Mereka ikut memprotes penggusuran tersebut. ” Saya mulai tahun 1998 sudah menetap disini. Jualan buah, sekarang mendadak digusur, dipindah ke belakang,” protes Tariyah, pemilik lapak.

Wanita ini merasa khawatir jika dipindah ke belakang, pengunjung akan sepi. “Waktu akan penggusuran, tidak ada surat pemberitahuan. Tahu-tahu digusur,” protesnya lagi. Dia meminta Satpol PP mengembalikan barang-barang di dalam lapak yang sudah diamankan. Lalu, tetap dibiarkan berjualan di lokasi. Meski, tanah itu milik daerah.
Mendapat perlawanan, proses eksekusi sempat terhenti. Petugas Satpol PP dikawal aparat kepolisian memilih mundur. Hingga, pukul 19.00 WIB, sejumlah warga masih bertahan di lokasi. Meski mendapat penolakan,Satpol PP tetap akan melanjutkan penggusuran. ” Ini sebenarnya relokasi. Lapak itu diminta dikosongkan, dipindah ke lapak belakang di bangunan baru terminal wisata terpadu,” kata Kasatpol PP Banyuwangi, Wawan Yatmadi.

Pihaknya membantah arogan melakukan relokasi. Justru, sudah didahului teguran hingga tiga kali. ” Lapak ini sering tutup, kami sering kesulitan melakukan koordinasi. Sudah 10 tahun kami lakukan pendekatan,” tegasnya. Lahan yang ditempati lapak adalah milik Dinas PU Pengairan Banyuwangi. Sudah ada surat relokasi dari dinas terkait. Termasuk, Dinad Koperasi dan UMKM untuk toko bagi pemilik lapak yang direlokasi. ” Intinya, proses sudah kami jalankan sesuai prosedur. Tapi, tetap ditolak,” sesalnya. Pihaknya memersilahkan pemilik lapak jika menempuh upaya hukum terkait relokasi. (Budi Wiriyanto)

Related posts

Magister Pengembangan SDM Unair Surabaya, Berbagi Tips Hadapi Kepanikan Saat Pandemi Covid-19

Abdul

Data Ombudsman RI Jatim: Kemenkumham Jatim Zero Pengaduan

Abdul

Tampung Aspirasi dari Insan Media, Kapolda Jatim Gelar Piramida