JatimTerkini.com
Terkini

Pelatihan Revolusi Mental, Kapolres Trenggalek: Tingkatkan Profesionalisme Kerja

Polres Trenggalek – Puluhan personel Kepolisian nampak antusias mengukuti pelatihan revolusi mental semester 1 yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resor Trenggalek. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dalam membentuk karakter polisi yang dicintai dan diharapkan oleh masyarakat. Sabtu, (29/5).

Pelatihan dibuka langsung oleh Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si bersama Wakapolres Trenggalek Kompol Mujito, S.H., M.H. dan diikuti oleh sedikitnya 69 personel Polres dan Polsek jajaran.

Sedangkan bertindak selaku instruktur adalah Kapolsek Dongko AKP Rohadi, S.H yang merupakan salah satu dari perwira Polres Trenggalek yang telah mengikuti Training of Trainers (TOT) yang digelar di SPN Polda Jatim beberapa waktu yang lalu.

Dalam pelatihan yang mengambil tempat di halaman Masjid Baitul Mutaqin Mapolres tersebut, AKBP Doni menuturkan, revolusi mental tidak hanya sebuah pembahasan tentang teori namun semuanya kembali kepada dirinya sendiri dengan di wujudkan dalam perubahan tingkah laku sehingga Polri semakin mendapat tempat dan dipercaya oleh masyarakat

“Jadi kegiatan ini jangan hanya untuk mengisi kegiatan semata namun memberikan perubahan serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sehingga Polisi dalam menjalankan tugasnya dilandasi oleh perilaku yang baik untuk menuju profesionalisme kerja yang lebih baik.” Tegasnya

AKBP Doni mengatakan, kegiatan pelatihan ini yang digelar selama sehari tersebut, memberikan materi terkait dengan tiga hal antara lain perubahan mind set dan culture set, agen perubahan serta aplikasi NAC atau Neuro Associative Conditioning.

“Membangun sistem yang bagus harus dibarengi dengan mental yang baik pula. Kata kuncinya adalah pengendalian diri dengan tujuan untuk berubah menjadi lebih baik. Perubahan ini nantinya akan diimplementasikan untuk kehidupan sehari-hari dan juga dalam rangka peningkatan pelayanan publik” Imbuhnya.

Pihaknya berharap dengan pelatihan revolusi mental ini pimpinan harus bisa menjadi contoh bagi anggota dan membawa organisasi ini menjadi lebih profesional. Pada tataran anggota mampu menjadi teladan bagi masyarakat dan tentunya menunaikan tugas selaku pelindung, pengayon, pelayan dan penegak hukum yang didukung dengan sikap jujur dan keikhlasan memberikan pengabdian terbaik.

Related posts

Pakar Hukum UI Sebut Kerumunan di Maumere Tidak Ada Peristiwa Pidana

Bakti Sosial Siswa Sespimti pada Korban Terdampak Gempa Bumi di Kabupaten Malang

Adhis

Motivasi Satgas Madago Raya, Kapolri : Negara Tak Akan Kalah dari Teroris

Adhis