Pasca Banjir, Inilah yang Akan Dilakukan Pemkab Ponorogo

USAI surutnya air yang membanjiri sejumlah kawasan di Kabupaten Ponorogo, Pemkab setempat akan segera melakukan sejumlah langkah. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi maupun mengantisipasi kondisi-kondisi serupa di masa mendatang.1

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat menerangkan hal-hal yang akan dilakukan Pemkab Ponorogo pasca banjir pekan lalu.

“Untuk talud-talud yang jebol, kita akan surati BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Bengawan Solo. Kita akan minta agar segera diperbaiki. Dan kalau bisa dibuatkan talud atau plengseng yang permanen. Kok BBWS (Bengawasn Solo)? Ya karena talud dan plengseng sungai ini wewenangnya mereka,” ungkap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Kamis (14/3/2019) petang.

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Untuk jembatan-jembatan yang memang menjadi prasarana transportasi vital alias dilewati orang banyak, maka akan segara dibangun. Kalau bisa, kata Bupati Ipong, akan dibangun sesegera mungkin dengan status tanggap bencana. Bila tidak memungkinkan maka akan dicarikan dana saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD pada pertengahan tahun nanti.

“Kalau PAK tidak ada duitnya, ya nanti kita masukkan pembangunan jembatan itu di APBD tahun 2020,” ujarnya sambil menyatakan jalan-jalan yang tertimbun lumpur sudah diselesaikan dinormalisasinya oleh Dinas PU-PR Ponorogo.

“Terhadap para petani, kita akan bantu benih, pupuk dan menguruskan ke perusahaan asuransi bagi yang ikut asuransi untuk diganti. Bagi yang (puso, tapi) tidak ikut asuransi kita akan bantu benih dan pupuk gratis,” imbuhnya.

Langkah selanjutnya, kata Bupati Ipong, Pemkab Ponorogo melalui dinas-dinas terkait akan memperlebar sungai dan melakukan pengerukan. Masyarakat juga akan dihimbau agar tidak buang sampah sembarangan.

“Itu segaris dengan program LH (Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo) yang namanya go green. Yaitu gerakan mengurangi sampah plastik dan menggiatkan kembali kerja bakti, gotong royong dan lain sebagainya,” katanya.

Banjir pekan lalu, kata Bupati Ipong, memang terjadi salah satunya karena sungai tidak mampu lagi menampung air hujan yang curahnya sangat tinggi hari itu. Dari sungai air meluap ke jalan, lalu ke saluran air tapi ternyata saluran air tidak mampu juga menampung air. Yang terjadi kemudian adalah air melimpah ke sawah, ke permukiman, kembali ke jalanan dan ke tempat-tempat lain yang bisa dijangkau oleh air.

“Dan dari sungai yang saya cek kemarin, sampahe okeh banget (sampahnya banyak sekali). Ada Sungai Pelem dan Sungai Sekayu. Juga beberapa sungai lainnya,” pungkas Bupati Ipong. (kominfo/dist)

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Sumber : Pemkab Ponorogo