Operasi Keselamatan Semeru 2019 Berakhir, 104 Pelanggar di Trenggalek Ditilang

Polres Trenggalek – Operasi Keselamatan Semeru 2019 resmi berakhir. Sepanjang Operasi bidang Kamtibselcarlantas yang digelar selama 14 hari sejak tanggal 29 April hingga 12 Mei 2019 tersebut, Polres Trenggalek telah melakukan upaya-upaya Kepolisian baik Preemtif, Preventif maupun Represif guna menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Suprihanto, S.H. mengatakan selama operasi berlangsung, Pihaknya selaku Satgas Gakkum telah menindak sebanyak 3.281 pelanggar. 104 diantaranya berupa Tilang sedangkan sisanya 3.177 dilakukan penindakan berupa teguran.

“Jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, angka pelanggaran turun 8%. Ini membuktikan bahwa ada peningkatan kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan masyarakat” Ungkap orang nomor satu di jajaran Satlantas Polres Trenggalek.

Sesuai dengan sasaran 7 prioritas pelanggaran yang ditetapkan dalam operasi ini, penindakan Tilang  terbanyak masih didominasi oleh pelanggaran safety belt sebanyak 22 kali, tidak menggunakan helm sebanyak 15 kali, disusul pelanggaran melawan arus sebanyak 13 kali dan sisanya adalah pelanggaran lain seperti kelengkapan surat-surat, tidak sesuai spek tek maupun pelanggaran rambu dan marka jalan.

“Dari jenis kendaraan, pelanggar tertinggi adalah pengendara sepeda motor 59 kali, mobil barang 24 kali, mobil penumpang 16 kali dan mobil bus 5 kali” Imbuhnya

Lebih lanjut, AKP Suprihanto mengatakan, sepanjang operasi keselamatan semeru 2019, kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak 21 kali dengan kerugian materiil mencapai Rp. 7,6 juta. Sedangkan Usia korban tertinggi adalah 21-25 tahun sebanyak 8 orang.

Menurut AKP Suprihanto, untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas, pihaknya telah melakukan berbagai upaya preemtif dan preventif secara masif agar tumbuh kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Perlu dukungan dan komitmen yang kuat dari semua stake holder. Aspek SDM nya, Sarpras, termasuk masukan dari khalayak luas untuk bersama-sama menciptakan Katibselcarlantas yang kondusif utamanya menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.” Pungkasnya