Olahraga Bersama Warga Trenggalek Tolak Kerusuhan

72 views

Trenggalek – Olahraga bersama yang digelar Kepolisian Resort Trenggalek di Alun-alun Trenggalek berlangsung meriah. Olahraga bersama yang diawali dengan senam bersama tepat dibawah tugu Pancasila dan dilanjutkan jalan santai ini diikuti oleh ribuan warga Trenggalek. Bagi yang beruntung, panitia telah menyiapkan hadiah berupa 10 sepeda yang diundi di akhir acara. Minggu (16/06).

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., bersama Bupati Trenggalek H.M.Nur Arifin dan Dandim 0806 Letkol inf. Dodik Novianto, S.Sos didampingi jajaran Forkopimda lainnya membuka jalan sehat yang ditandai dengan mengibarkan bendera start sebagai penanda dimulainya jalan santai.

Para peserta yang menggunakan dress code kaos warna putih dipadu dengan bawahan warna gelap ini melintasi rute sejauh 2,3 Km dari start Alun-alun, jalan Panglima Sudirman, Simpang empat Sahabat ke timur menuju jalan Ra Kartini, simpang tiga SMPN 5 ke utara kearah Jalan Diponegoro , simpang empat  Mbahwot, Jalan KH. Hasyim Ashari dan finish kembali ke Alun-alun.

AKBP Didit mengatakan, olahraga bersama ini sengaja digelar selain dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-73 yang jatuh tepat pada tanggal 1 Juli 2019 mendatang juga merupakan upaya dari Kepolisian dalam rangka menjaga stabilitas Kamtibmas di Jawa Timur khususnya Kabupaten Trenggalek yang kondusif dengan mengambil tema `Jawa Timur Bersatu Menuju Indonesia Damai`.

“Kita tegaskan bahwa masyarakat Jawa Timur khususnya Trenggalek menolak kerusuhan” Tegas AKBP Didit

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu merajut kebersamaan dan menjaga persatuan sebagai sesama bangsa. Perbedaan budaya, suku maupun pilihan politik tidak selayaknya menjadi pemecah. Keberagaman adalah anugrah yang seharusnya menjadi pemersatu yang sudah menjadi akar dan nilai luhur melalui Bhineka Tunggal Ika.

“Saya yakin dan percaya masyarakat Trenggalek adalah masyarakat yang cerdas, mengedepankan perdamaian dan kerukunan” Ujar AKBP Didit

“Jangan mudah terprovokasi oleh berita-berta yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Tetap merajut kebersamaan dan menjaga persatuan” Imbuhnya

Lebih lanjut AKBP Didit mengingatkan kepada masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial serta tidak mudah mengunggah ataupun membagikan konten-konten yang bisa dikatakan bernuansa provokatif, Hoax maupun bertendensi adu domba.

“Bebas bukan berarti bebas sebebas-bebasnya. Ada aturan dan batasan yang tidak boleh di langgar sebagaimana yang tercantum dalam UU ITE. Kalau dulu kita kenal mulutmu harimaumu, sekarang sudah beralih menjadi jarimu harimamu.” Ucapnya

Agar lebih meriah disuguhkan pula  jaranan Turonggo Yakso yang merupakan tari khas dari Trenggalek. Acara ditutup dengan penandatangan deklarasi anti kerusuhan oleh jajaran Forkopimda serta perwakilan peserta.

Posting Terkait