JatimTerkini.com
Banyuwangi Headline JT

Minim Perhatian, Puluhan Difabel Ngadu ke DPRD

Puluhan difabel mengadu ke DPRD Banyuwangi meminta perhatian dan dukungan anggaran, Senin (11/10) sore/Budi Wiriyanto
Puluhan difabel mengadu ke DPRD Banyuwangi meminta perhatian dan dukungan anggaran, Senin (11/10) sore/Budi Wiriyanto

Banyuwangi (jatimterkini.com) – Puluhan difabel mendatangi kantor DPRD Banyuwangi, Senin (11/10) sore. Mereka mendesak Dewan memikirkan nasib para difabel. Selama ini, minim perhatian. Mirisnya lagi, kaum difabel kerap terpinggirkan. Sulit mencari pekerjaan.

Minim perhatian, para difabel sulit mandiri. Hidup seadanya. Tak jarang, menjadi peminta-minta. “ Kami berharap DPRD bisa memperjuangkan nasib para difabel. Salah satunya, dukungan anggaran untuk kegiatan difabel,” kata Teguh Rahayu. Sekretaris Difabel Banyuwangi Bersatu (Difawangi).

Tak hanya anggaran daerah, para difabel berharap adanya Perda yang mengatur kesetaraan dan kebutuhan difabel. Termasuk, alokasi 5 persen dari Dana Desa 9DD) untuk kemandirian para difabel. “ Pelatihan-pelatihan dan dukungan kegiatan untuk difabel diharapkan bisa dirasakan. Jangan hanya janji,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta setiap fasilitas publik di Banyuwangi bisa ramah difabel. Selama ini, para difabel tidak mendapatkan akses khusus ketika mengurus administrasi atau lainnya. Bahkan, belum semua fasilitas publik memberikan kebutuhan bagi disabilitas. Seperti, kursi roda, tongkat, kruk dan lainnya.
Karena jarang diperhatikan, banyak difabel terpaksa meminta-minta di lampu merah atau mall. Sehingga, makin memojokkan kaum difabel. “ Difabel butuh pekerjaan untuk menyambung hidup. Kami siap belajar mandiri, syaratnya ada dukungan dana untuk pelatihan dari DPRD,” kata Bilal, difabel yang ahli membuat ukiran barong. Menurutnya, kaum difabel jangan dikasihani, tapi diberdayakan. Jika sudah mandiri, difabel bisa hidup layak.

Senada diungkapkan, Peni Munawaroh, difabel yang juga pengajar di SLB. Menurutnya, difabel sering menjadi korban janji. Realisasinya, minim. Imbasnya, difabel kesulitan mandiri. “ Difabel perlu bukti nyata dukungan, bukan sekadar janji,” sindirnya.

Ketua DPRD Banyuwangi memastikan aspirasi difabel akan diperjuangkan maksimal. Nanti, dalam pembahasan rancangan APBD 2022, pihaknya akan berjuang mendukung anggaran bagi difabel. “ Selama ini, belum pernah ada aspirasi resmi dari difabel. Dengan aspirasi ini, akan menjadi dasar DPRD memperjuangkan anggaran dan dukungan,” kata politisi PDIP tersebut. Kaum difabel, menurut Made, harus diberikan kesetaraan. Termasuk, layanan publik dan akses mendapatkan pekerjaan. (Budi Wiriyanto)

Related posts

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kapolres Trenggalek: Perkokoh Semangat Kebhinekaan

Adhis

Kakanwil DJP Jatim II : Kesadaran Taat Pajak Merupakan Wujud Bela Negara

Abdul

Tatap Muka Bersama Kru Angkutan Umum, Polantas Trenggalek Ingatkan Prokes dan Larangan Mudik

Adhis