MIN 1 Kota Palu Berikan Trauma Healing untuk Siswa Terdampak Bencana Tsunami


Palu (Kemenag) — Peristiwa gempa, tsunami, dan likuifaksi yang melanda Kota Palu, dan sekitarnya pada 28 September 2018 lalu, memberikan trauma kepada warga. Tak terkecuali, siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Palu. Sebagai upaya penyembuhan trauma para siswa, MIN 1 Kota Palu menggandeng tim relawan dari Jerman, dibawah naungan Friends of Waldorf Education (FWE) untuk melakukan trauma healing.

Hal ini disampaikan oleh Kepala MIN 1 Kota Palu Syamsu Nursi. Menurut Syamsu, lokasi MIN 1 Kota Palu hanya berjarak 100 meter dari Kelurahan Balaroa, salah satu lokasi bencana likuifaksi. “Anak-anak merasa trauma dengan kejadian kemarin. Kami berharap bisa membangkitkan kembali semangatnya dari rasa trauma,” jelas Syamsu, Senin (15/10).

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Menurut Syamsu, tim relawan FWE yang beranggotakan 11 orang ini tiba di Palu, Minggu (14/10) sore dan langsung melihat kondisi madrasah. Mereka akan menjadi bagian kegiatan trauma healing yang dilakukan sejak  15 sampai 18 Oktober 2018.

 “Tim Friends of Waldorf Education (FWE) akan melaksanakan kegiatan selama dua hari. Selanjutnya ada dua tim lagi dari kementerian Kesehatan dan Masjid Agung Darussalam Palu,” ungkap Syamsu.

Syamsu berharap siswa-siswi Madrasah kembali semangat belajar walaupun masih trauma masuk dalam kelas akibat sudah merasakan goncangan kemarin.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah Rusman Langke pun memiliki harapan yang sama. Ia juga berharap, orang tua siswa MIN 1 Kota Palu juga dapat mendampingi anak-anaknya dalam proses  pemulihan trauma.

“Saya berharap orang tua dapat memberikan motivasi, dorongan kepada anak-anak untuk bisa belajar kembali sebagaimana mestinya. Proses pembelajaran akan pulih kembali,” ujar Kakanwil yang turut melihat kegiatan pemulihan trauma di MIN 1 Kota Palu.

“Mari kita bangkit kembali dan bergembira, dan kita bangun kembali Palu, Sigi, dan Donggala,”ajak Rusman.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir perwakilan orang tua murid dari Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al –Khairaat Perumnas. Madrasah ini bangunannya turut hancur akibat bencana gempa dan tsunami.

“Anak bapak ibu yang ingin belajar di madrasah ini, silahkan datang. Kami sangat terbuka dititipkan di sini. Tidak usah khawatir tidak memiliki pakaian seragam, datang saja dengan pakaian yang ada,” kata Syamsu menyampaikan penawaran kepada orang tua siswa MIS Al-Khairaat.

Menurut Syamsu, kegiatan belajar mengajar akan dibagi dua shift.Pagi untuk siswa – siswi MIN 1 Kota Palu dam siang untuk siswa madrasah atau pun sekolah lainnya. “Mari kita bangkitkan kegiatan proses belajar mengajar pada hari ini sampai seterusnya,” kata Syamsu. (lilis).  

 

 

 

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Sumber : Kemenag