JatimTerkini.com
Banyuwangi Headline JT

Korban Dipukul Sebelum Beraksi, Pelaku Sodomi Ditangkap Polresta Banyuwangi

Pelaku sodomi dengan kekerasan diamankam di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (13/1/2022).
Pelaku sodomi dengan kekerasan diamankam di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (13/1/2022).

Banyuwangi (jatimterkini.com)- Pelaku sodomi dengan kekerasan berhasil ditangkap aparat Polresta Banyuwangi, Jawa Timur. Pelaku berinisial P (20) asal Muncar, Banyuwangi. Dalam menjalankan aksinya, korban yang masih tetangganya dipukul, lalu dipaksa bersodomi. Korban masih berstatus siswa SD.

Kronologisnya, sekitar pukul 20.00 WIB, korban berpapasan dengan pelaku. Karena sudah kenal, korban langsung menurut ketika diajak pelaku. Modusnya, pelaku berpura-pura meminta korban diantar ke daerah Wonosobo, Kecamatan Srono,Banyuwangi. Di tengah perjalanan, pelaku justru meminta korban mengarah ke sebuah perkebunan. Korban menurut.
Menjelang tengah malam, korban mengajak pelaku pulang. Anehnya, korban langsung marah. Pelaku mengambil sebilah kayu, korban dipukul. Karena takut, korban memohon tidak dibunuh. Kemudian, pelaku meminta korban memegang alat vital pelaku. Selanjutnya, di bawah ancaman, korban membuka celananya. Terjadilah sodomi.

Puas melampiaskan nafsunya, pelaku mengajak korban pulang. Karena takut, sampai di rumah, korban menceritakan peristiwa itu ke orang tuanya. “Orang tua korban akhirnya melapor ke Polresta, kemudian dilakukan penyelidikan. Selanjutnya,pelaku diamankan tanpa perlawanan,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu, Kamis (13/1/2022) siang.

Kapada penyidik, pelaku yang bekerja sebagai buruh penimbang ikan ini berdalih khilaf. Aksi amoral itu baru dilakukan sekali. Meski begitu, penyidik masih mengembangkan kasus ini. ” Pengakuannya baru sekali, tapi masih dikembangkan. Jika ada yang menjadi korban, bisa melapor,” tegas Kapolresta. Dari kasus ini, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Diantatanya, baju yang dipakai korban saat kejadian dan sebilah kayu yang digunakan memukul korban.

Penyidik menjerat pelaku dengan pasal pasal 82 ayat 1 junto pasal 76E UU No. 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya, maksimal 15 tahun penjara. (Budi Wiriyanto)

Related posts

Wanita Penculik Anak di Sedati Gede, Ternyata Alami Depresi

Abdul

Percepat Vaksinasi, Kapolresta Sidoarjo Turun Langsung ke Desa

Abdul

Tinjau Vaksinasi Buruh, Kapolri Minta Buruh Terus Kawal Program Pemerintah Wujudkan Herd Immunity

Redaksi Mojokerto