JatimTerkini.com
Banyuwangi Headline JT

Ketua DPRD : Banyuwangi Belum Ramah Difabel

Kalangan difabel bersama Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara, Senin (11/10) sore/Budi Wiriyanto
Kalangan difabel bersama Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara, Senin (11/10) sore/Budi Wiriyanto

Banyuwangi (jatimterkini.com)- Minimnya perhatian bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Banyuwangi, mulai menuai sorotan. Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara menyebut Kabupaten Banyuwangi belum ramah bagi kalangan difabel. Salah satu buktinya, belum semua fasilitas publik memiliki layanan dan fasilitas khusus difabel. Termasuk, kantor DPRD Banyuwangi.

Kritikan politisi PDIP ini menyusul curhatan para difabel yang mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah. Bahkan, banyak difabel kesulitan mendapatkan akses pekerjaan. Padahal, sudah ada aturan setiap perusahaan atau instansi pemerintah mempekerjakan para difabel. “ Kita sudah ada Perda No. 6/2017 tentang Difabel. Namun, kenyataanya belum terlaksana. Banyuwangi belum ramah dengan difabel,” kata Made usai menerima para difabel di kantor DPRD setempat, Senin (11/10) sore.

Menurut Made, para difabel adalah bagian dari masyarakat. Harus mendapatkan perhatian yang sama. Banyuwangi yang menjadi kota inklusi belum sepenuhnya memperhatikan difabel. “ Bahkan, di DPRD belum ada fasilitas untuk difabel, termasuk lembaga lain,” kritiknya.
Pihaknya berharap julukan kota inklusi bukan sekadar jargon. Namun, ada kenyataan riil di masyarakat. Padahal, banyak difabel Banyuwangi menjadi atlet berprestasi, layak diperhatikan serius.

Bukan hanya fasilitas untuk difabel, pemerintah daerah harus memberikan dukungan kegiatan bagi difabel. Misalnya, bidang olahraga atau kegiatan pemberdayaan. Sehingga, difabel merasa menjadi bagian masyarakat daerah. Tidak selalu terpinggirkan. “ Penegakan Perda Difabel harus dipertegas. Setiap fasilitas publik harus menyediakan fasilitas difabel,” tegasnya. Pihaknya juga mendukung ada alokasi anggaran khusus bagi difabel. Termasuk, alokasi anggaran di tingkat desa. Sehingga, perhatian kepada difabel bisa masif. Mereka bisa mandiri. Pihaknya memastikan akan mengawal terus alokasi anggaran dalam APBD bagi difabel.

Sekretaris Difabel Banyuwangi Bersatu (Difawangi) Teguh Rahayu sepakat dengan Ketua DPRD. Menurutnya, banyak fasilitas publik di Banyuwagi yang belum ramah difabel. Bahkan, difabel kerap kesulitan ketika akan mengurus administrasi atau lainnya. “ Ini karena belum ada layanan yang memprioritaskan difabel. Termasuk, alokasi anggaran,” tegasnya. Yang miris lagi, kaum difabel kesulitan mencari pekerjaan di perusahaan atau lembaga pemerintah. (Budi Wiriyanto)

Related posts

Pemdes Banjarasri Tanggulangin Bagikan BLT DD Tiga Tahap Sekaligus

Abdul

Sambut HUT ke-76 RI, Satresnarkoba Trenggalek Bagikan Bendera Merah Putih

Adhis

Diduga Sakit, Perempuan Penghuni Kos di Kawasan Stasiun Krian Ditemukan Tewas

Abdul