Keberhasilan BKKBN Jatim Tahun 2018

Surabaya, JatimTerkini
Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk hampir mencapai 40 Juta jiwa, peran Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN Jatim menjadi sangat penting dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk (LPP) di Jatim. Berbagai upaya dilakukan BKKBN Jatim agar kualitas kehidupan masyarakat Jatim lebih baik dan meningkat.
Kepala Pewakilan BKKBN Jatim Yenrizal Makmur SP MM menyatakan, jika dilihat sampai saat ini capaian program dan layanan BKKBN Jatim dapat dinilai berhasil, hal ini terlihat dari capaian LPP Jatim sebesar 0,71 (Supas 2015). Menurut SDKI 2017, rata-rata jumlah total anak yang dilahirkan oleh 1000 wanita (TFR) Nasional sebesar 2,3, sedangkan Jatim sebesar 2,1. Untuk rata-rata jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan kontrasepsi (CPR) metode modern di Jatim sebesar 63,1 persen, sedangkan Nasional sebesar 57,9 persen.
‘’Jadi dapat disimpulkan bahwa LPP dan TFR Jatim merupakan terendah dari seluruh provinsi di Indonesia,’’ ucapnya.
            Sementara itu dari keberhasilan tersebut menurut Yenrizal, BKKBN Jatim masih berupaya keras untuk menyelesaikan masalah Pembangunan Keluarga. Masalah Pembangunan Keluarga akan menjadi ancaman serius jika tidak segera diselesaikan kedepannya, hal ini mengingat pembangunan keluarga berkontribusi besar dalam membentuk ketahanan keluarga. Jika dilihat saat ini Jatim dihadapi dengan masalah Pembangunan Keluarga salah satunya adalah Stunting (Bayi dan balita dengan fisik atau tubuh pendek).


Data BKKBN Jatim menyebutkan, tahun 2018 terdapat 279.810 Baduta (Anak dibawah dua tahun) mengalami masalah Stunting. Dari 279.810 Baduta ini mereka tersebar di 11 Kabupaten (110 Desa) di Jatim. Untuk itu melalui program Pembangunan Keluarga masalah Stunting di Jatim dapat segera terselesaikan.
           Menurutnya, ada beberapa program yang dilakukan BKKBN dalam mengatasi masalah Stunting diantaranya adalah memberikan edukasi kepada orang tua tentang pola pengasuhan balita atau anak. Memprioritaskan kehidupan keluarga di wilayah Kampung KB melalui program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Memberikan pengetahuan kepada orang tua terkait dengan seribu hari pertama kehidupan yang terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada 2 tahun pertama kehidupan seorang anak dengan pemenuhan gizi sehat. dna