JatimTerkini.com
Terkini

Inovasi Timun Mantap Polres Trenggalek, Untuk Tekan Angka Kematian Covid-19

 

Trenggalek – Tingginya angka korban Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Trenggalek mendapat perhatian dari Polres Trenggalek. Demi menekan terus bertambanhnya korban meninggal dunia tersebut, Polres Trenggalek kembali berinovasi dengan melaunching program Timun (Tingkatkan Iman Kuatkan Imun) Mantap.

Menarik sekali, program yang digagas Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, SH, SIK, MSi, yang merupakan alumni Akpol 2000 ini, menyentuh langsung kepada psikologis korban. Terutama korban Covid-19 yang berada dalam penanganan RSUD dr. Soedomo maupun di puskesmas. Karena di dua tempat tersebut merupakan pasien yang masih dalam proses penyembuhan dari masa kritis.

“Kita tahu, penyembuhan tidak melulu dengan obat. Tapi juga diperlukan psikologis yang bagus. Dan karena Covid-19 ini yang paling cepat menyembuhkan adalah imun tubuh. Padahal tentu saja pasien saat berada di RSUD jenuh, stres. Nah dari situlah kami berinovasi dengan program TIMUN MANTAP ini, dengan Meningkatkan Iman dan Menguatkan Imun kepada pasien,” ucap Kapolres Doni.

Berada di RSUD dan puskesmas, tentu saja pasien tidak bisa dibesuk. Sebagaimana berbagai inovasi Polres Trenggalek lainnya, program ini pun memanfaatkan media komunikasi melalui aplikasi WhatsApp grup. Di grup ini, kemudian dibuat suasana santai, dengan terus menyapa anggota grup yang tak lain para pasien Covid-19, tentu saja dengan bantuan kerabat yang menunggui. Untuk diketahui, pasien kritis di Trenggalek boleh ditunggui seorang penunggu tetapi harus terus tinggal bersama pasien.

Di jam – jam tertentu, admin grup dari Polres Trenggalek mengirimkan materi untuk peningkatan iman dan imun. Seperti pukul 06.00 Wib mengirimkan video tausiah agama, pukul 08.00 Wib video lucu, pukul 19.00 Wib video atau tulisan kata bijak, kemudian pukul 21.00 Wib kembali mengirimkan video lucu. “Kami cari konten – konten yang memberikan manfaat bagi psikologis pasien,” lanjut Kapolres.

Tak hanya mengirimkan materi, di sela – sela kesibukan, anggota Polres Trenggalek yang ditugaskan juga menelepon pasien, menanyakan kabar dan memberi semangat untuk kesembuhan mereka. Seperti dilakukan Kasat Bimas Polres Trenggalek AKP Suyono sore kemarin. Tampak pasien yang ditelepon pun merasa senang setelah disapa dengan ramah.

Kekhawatiran Polres Trenggalek terhadap tingginya pasien yang meninggal dunia di Kabupaten Trenggalek akibat Covid – 19 ini cukup beralasan. Data terakhir, dari 2.772 orang pasien positif Covid-19, 175 orang diantaranya meninggal dunia. Dan program TIMUN MANTAP ini merupakan inovasi kesekian kali yang telah ditelurkan Kapolres Trenggalek. Sebelumnya, ada Covid Hunter, yaitu patroli hunting dengan berkeliling ke kecamatan – kecamatan untuk melihat langsung tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokoler kesehatan. Warga yang masih abai kemudian disadarkan dan diberikan masker. Begitu juga dengan upaya penertiban bermasker dengan menggelar operasi yustisi yang digelar tiga kali dalam sehari.

Bahkan atas kerja keras Pemkab Trenggalek dan Forkopimda setempat ini, Satgas Penanganan Covid – 19 RI menetapkan Trenggalek masuk dalam tiga daerah se Indonesia yang yang dapat menjadi contoh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Selain Trenggalek, ada Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Bantul DI Yogyakarta.

Kabupaten Trenggalek dinilai berhasil melakukan penanganan secara terstruktur, dengan mengidentifikasi faktor sukses, risiko penyebaran penyakit, dan risiko dampak. Pemkab Trenggalek dan Forkopimda menyediakan dashboard informasi tentang upaya promotif, preventif, kuratif serta tracing

Related posts

Jelang Konser Di Surabaya, Grup Band Padi Minta Restu Wali Kota Surabaya

redaksi

Pemkot Blacklist 50 Warga Penghuni Rusun

redaksi

Pemohon Surat Pengelolaan Lingkungan di Probolinggo Meningkat

redaksi