Ini Penjelasan BMKG Jatim Terkait Viral Rekaman Video Kolam Renang Bergelombang Di Juanda

 

 

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

(SIDOARJOterkini) – Warganet beberapa hari ini dihebohkan dengan viralnya rekaman video gejolak air kolam renang. Sebab dalam rekaman tersebut  dikaitkan dengan gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dalam rekaman video yang berdurasi sekitar 2.17 menit itu terlihat ada seseorang yang hanya duduk sendirian di pinggir kolam. Sesaat kemudian orang itu tampak terkejut dengan ombak dan gejolak air meski tidak ada orang yang sedang berenang. Belakangan diketahui lokasi kolam renang berada di Tirta Krida Lanudal, Juanda, Sidoarjo.

Rekaman video tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadi pesan berantai di aplikasi obrolan online.

“Update berita dr teman di Sby.. Fenomena aneh di kolam renang AL Juanda Waru..

Kolam ini aneh …bergerak sendiri tidak ada yg berenang disini, ini kolam renang juanda AL sdh 3 hari ini n sebelum gempa di Palu juga bergerak sendiri, harusnya segera diteliti ini… Semoga P. Jawa aman dari gempa,” tulis pesan berantai yang beredar di media sosial.

Aneh betul n misterius, apakah ini alam memberikan tanda2nya .. Seblm gempa Palu ini air kolam renang tsb gerak 2 lagi ..hmmmm, coba dilihat..”

Menanggapi hal itu, pihak Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (2/10/2018) kemudian memberi press release yang menyatakan, pihak BMKG tidak mendeteksi adanya sinyal gempa pada saat kejadian di lokasi setempat. Sedangkan video yang sudah viral itu terjadi pada Jumat, 28 September 2018. Pukul 17.20.

“Sehubungan dengan adanya berupa berita rekaman video adanya pergerakan gelombang di kolam renang Puslatsisarmil TNI AL Juanda Surabaya. Koordinator BMKG memberikan penjelasan sebagai berikut: 1. Pada saat kejadian dimaksud sensor gempa Stasiun Geofisika Tretes tidak mencatat adanya sensor gempa. 2. Kejadian ombak di kolam renang tersebut bukan berasal dari kejadian kegempaan yang tercatat di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya,” tulis keterangan BMKG Jatim yang ditandatangani Koordinator BMKG Jatim Mohammad Nurhuda.

Untuk itu, pihak BMKG Jatim meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan adanya kabar hoax tersebut. “Masyarakat kami himbau tidak terpengaruh terhadap berita yang meresahkan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas BMKG Jatim. (amr)

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com