JatimTerkini.com
Headline JT Kediri Raya

Gayeng, Saat Kapolres Trenggalek Ngobar Bersama Warga

Polres Trenggalek – Menjaga Kamtibmas yang kondusif tidak bisa hanya dibebankan kepada lembaga Kepolisian semata. Diperlukan kerjasama dan dukungan dari semua elemen masyarakat. Baik Tokohagama, pemuda hingga komunitas masyarakat lainnya.

Sejak awal menjabat sebagai Kapolres Trenggalek akhir bulan Mei 2020 yang lalu, AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. telah merumuskan langkah-langkah strategis guna pemeliharaan Kamtibmas yang mantap di Kabupaten Trenggalek. Salah satunya adalah pendekatan kemandirian berbasisi pemolisian masyarakat.

Tidak hanya sekadar berwacana, orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek ini kerap turun langsung ke pelosok desa, pemukiman maupun kampung-kampung untuk berdialog dan berinteraksi secara langsung untuk menyerap aspirasi dan menampung harapan dari masyarakat.

Seperti yang AKBP Doni lakukan ini. Didampingi pejabat utama Polres Trenggalek AKBP Doni menggelar Ngobar (Ngopi Bareng) bersama Tokoh masyarakat, agama dan pemuda se Kecamatan Durenan. Minggu (28/6).

Hadir pula dalam kegiatan tersebut antara lain, jajaran Muspika, Kepala Desa se Kecamatan Durenan, pejabat instansi tingkat Kecamatan, organisasi masyarakat hingga perwakilan perguruan pencak silat.

Dalam acara yang digelar di salah satu warung lesehan di Durenan tersebut dikemas menarik dan interaktif. Tidak ada kesan kaku seperti halnya pertemuan formal lainnya. Semua yang hadir bisa menyampaikan unek-unek dan berdiskusi dengan santai dan gayeng.

AKBP Doni menekankan bahwa salah satu faktor pendorong laju ekonomi adalah adalah keamanan yang mantap dan kondusif. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan peran serta dari semua pihak.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Peran serta dan kontribusi positif dari masyarakat sangat kami harapkan. Apalagi Trenggalek memiliki sumberdaya alam yang luar biasa ditambah progres pembangunan JLS yang terus berjalan.” Ujar AKBP Doni.

Lebih lanjut AKBP Doni mengatakan, penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi masih menjadi tren di kalangan masyarakat. Namun dibalik itu semua sering kali ditemukan konten yang berisi adu domba, hoax bahkan ujaran kebencian yang dapat menjadi trigger konflik sosial.

Pihaknya mengimbau agar seluruh yang hadir agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Chek, rechek dan final chek sangat penting agar tidak terjebak pada informasi yang salah.

“Cermati dulu kebenaran informasi. Jika ada permasalahan segera dimusyawarahkan bersama tiga pilar agar tidak berlarut dan menjadi besar.” Kata AKBP Doni.

Sementara itu, menuju fase new normal atau tatanan baru, AKBP Doni menjelaskan bahwa Maklumat Kapolri telah dinyatakan dicabut. Namun bukan berarti bebas sebebas-bebasnya melainkan tetap beraktivitas dan produktif dengan mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak aman.

“Kuncinya adalah disiplin. Disiplin menggunakan masker, disiplin cuci tangan, disiplin jarak aman dan disiplin menerapkan pola hidup sehat dan bersih.” Pungkasnya.

Sumber : Polres Trenggalek

Related posts

Polsek Munjungan : Bangun Anjangsan Dengan Warga Waspadai Radikalisme

Abdul

Ciptakan Kondisi Aman, Polsek Patroli Bersama TNI Pada Malam Hari

Abdul

Patroli Gabungam Tni polri di Bendungan Cegah Gangguan Kamtibmas Saat malam Pergantian Tahun

Abdul