JatimTerkini.com
Kediri Raya

Forkopincam Suruh Hentikan Pentas Seni Lagen Tayub yang Melanggar Prokes

Polres Trenggalek – Aparat gabungan di wilayah Kecamatan Suruh kembali menghentikan pentas seni lagen tayub dalam hajatan salah satu warga di Dusun Miri Desa Mlinjon Kecamatan Suruh. Pembubaran tersebut lantaran pentas seni lagen tayub tersebut menyedot animo warga dan menimbulkan kerumunan serta melanggar protokol kesehatan. Rabu (26/05) Sore

Petugas yang terdiri atas Polisi, TNI dari Koramil Todanan, dan Satpol PP itu membubarkan karena saat ini pandemi masih belum usai dan kegiatan hajatan yang disertai dengan hiburan pentas seni lagen tayub tersebut tidak memiliki izin serta para peserta maupun penonton melanggar protokol kesehatan yang antara lain berkerumun dan tidak mengunakan masker

Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP Mujiata, S.H bersama Sekcam Suruh Dwi Ratna Widyawati AP MM dan Batuud Posramil Suruh Serka Muguh Raharjo yang datang ke lokasi langsung meminta kepada panitia agar menghentikan pentas seni lagen tayub tersebut karena tidak memiliki izin serta melanggar protokol kesehatan

“Kami berikan edukasi dan pemahaman, bahwa pelarangan kegiatan yang menimbulkan kerumunan di masa pandemi, semata-mata adalah untuk kesehatan dan kebaikan bersama. Jangan sampai muncul klaster baru Covid-19 dari kerumunan masyarakat saat berlangsungnya hajatan dari warga,” kata AKP Mujiata, S.H

Untuk diketahui bersama bahwa kegiatan pentas seni lagen tayub yang digelar di salah satu rumah warga Dusun Miri Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh tersebut tidak mempunyai izin dan yang diajukan oleh penyelenggara adalah hajatan tanpa disertai dengan hiburan pentas seni lagen tayub dan karena banyak melanggar protokol kesehatan akhirnya petugas gabungan menghentikan pentas seni tersebut dan untuk kegiatan hajatan tetap bisa dilaksanakan namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat

“Setelah kami lakukan diskusi dan edukasi dengan panitia serta pemilik hajatan, akhirnya panitia sepakat untuk menghentikan pentas seni Langen tayub dan melanjutkan kegiatan hajatan tanpa disertai dengan hiburan,” tegas Kapolsek Suruh AKP Mujiata

Selama masih dalam suasana pandemi Covid-19, Kapolsek Suruh AKP Mujiata meminta agar warga bisa menahan diri. Jangan sampai dengan adanya kegiatan yang menimbulkan kerumunan malah akan memunculkan klaster baru Covid-19 utamanya diwilayah Kecamatan Suruh

“Mari kita berkaca pada negara India. Jangan sampai Covid-19 melebar luas seperti di India gara gara kita teledor akan disiplin terhadap protokol kesehatan,” tambahnya

Salah seorang panitia kegiatan, meminta maaf dan menerima jika kegiatan pentas seni lagen tayub harus dihentikan. Ia mengaku sebenarnya telah berusaha menerapkan protokol kesehatan, namun tak diduga penonton yang datang ternyata banyak hingga akhirnya menimbulkan kerumunan.

“Kami mewakili panitia mohon maaf, kami tidak menyangka akan terjadi kerumunan seperti ini. Dan kami bisa menerimanya, selanjutnya untuk kegiatan hajatan dilanjutkan dengan tatap menerapkan protokoler kesehatan dan tanpa adanya hiburan,” ucapnya

Sementara itu Sekcam Suruh Dwi Ratna Widyawati AP MM yang mewakili Camat Suruh berpesan kepada warga, khususnya panitia dan penyelenggara hajatan agar kejadian serupa tidak terulang. Karena mengumpulkan orang banyak apalagi hingga terjadi kerumunan sangat rawan sekali menjadi sarana penularan Covid-19.

Dia melanjutkan, setiap ada kegiatan masyarakat agar selalu dikoordinasikan dengan pihak Satgas, Kecamatan Suruh, Polsek Suruh Polres Trenggalek dan Posramil Suruh

“Masih dalam situasi pandemi, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Karena rawan penularan Covid-19,” terang Sekcam Suruh

Sumber : Polres Trenggalek

Related posts

Sidak Kelengkapan Anggotanya, Kapolsek Bendungan : Nihil Pelanggaran, agar Dipertahankan

Adhis

Patroli Ngabuburit,Polsek Tugu Hadir untuk Keamanan dan Kelancaran

Adhis

Patroli Hingga Perbatasan, Polsek Gandusari Pastikan Wilayahnya Aman dan Kondusif

Adhis