Eksotisme Jalan Gula Menjadi Magnet Pecinta Fotografi

59 views

Bangga Surabaya – Meskipun terik matahari menyengat, namun hal ini tidak meruntuhkan semangat beberapa muda – mudi yang terlihat sedang bercokol di kawasan Jalan Gula Surabaya. Tujuan utama mereka pun seluruhnya sama, yaitu ingin berpotret ria di kawasan bangunan vintage tersebut. Eksotisme bangunan era jaman kolonial Belanda ini, seakan menjadi magnet bagi pecinta fotografi.

Salah satunya adalah Dewi, pelajar asal Sidoarjo. Ia dan ketiga temannya rela menghabiskan waktu satu jam perjalanan hanya untuk berfoto di jalan ini. “Mau foto – foto di sini, kalau bagus saya upload di Instagram,” kata Dewi.

Sama halnya dengan Rahman, seorang remaja laki – laki asal Bulak Banteng ini mengunjungi Jalan Gula karena ingin mengganti foto profil Whatsapp dan update di Instagram.

Tak heran, lorong sempit yang diapit oleh bangunan tua ini memang menggambarkan suasana klasik jaman old yang instagramable. Selain suasana vintage yang didukung oleh gaya arsitektur bangunan kuno ala Belanda, tidak terawatnya bangunan ini yang menjadi daya tarik Jalan Gula.

Tembok yang sudah tidak utuh lagi karena termakan oleh waktu, jendela maupun pintu kayu yang sudah bobrok, ditambah tanaman merambat dari bangunan berlumut yang memperkuat kesan tua Jalan Gula. Saking tuanya, material dari bangunan tersebut beberapa kali runtuh, sehingga para pengunjung tidak luput dari peringatan pekerja bongkar – muat sekitar untuk tetap berhati – hati.

Jalan Gula ini seakan menjadi magnet bagi pecinta fotografi | Foto: Salsabila Anjar Firhani

Lokasi Jalan Gula ini tidaklah sulit ditemukan, karena hanya berjarak lima menit dari monumen Tugu Pahlawan. Namun, anda akan kesulitan mencari parkir jika membawa kendaraan roda empat. Mengingat Jalan Gula ini terletak di Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya yang merupakan pusat pergudangan dan lokasi bongkar muat.

“Sebenarnya kalau ada yang foto – foto itu kita gak merasa terganggu, tapi memang agak menghambat pekerjaan waktu mau bongkar muat, karena terkadang bikin macet. Banyak banget yang foto di sini, apalagi kalau sore,” ujar Deni seorang Security salah satu gudang bongkar muat di daerah tersebut.

Kendati demikian, Deni menyarankan, bagi masyarakat yang ingin hunting foto di Jalan Gula, supaya lebih baik memilih hari minggu. Selain karena aktivitas bongkar muat yang libur, warga Krembangan ini biasa menyewakan sepeda ‘onthel’ kunonya sebagai properti foto dengan biaya seikhlasnya.

Kawasan Jalan Gula, menjadi salah satu lokasi dengan konsep vintage yang tepat bagi para pecinta fotografi, maupun pengunjung yang ingin dibawa kembali ke suasana masa kolonial.

 

 


Penulis: Salsabila Anjar Firhani

Editor: And

Sumber : Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya Surabaya

Posting Terkait