DPRD Ingatkan Kab/kota Segera Tentukan Zonasi Lahan Pertanian Berkelanjutan

Surabaya (JatimTerkini.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mengingatkan kepada pemerintah kabupaten/kota di Jatim untuk segera menentukan zonasi lahan pertanian berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar lahan pertanian tidak lagi beralihfungsi menjadi perumahan atau bangunan lain.

Anggota DPRD Jatim, Achmad Firdaus dikonfirmasi Kamis (5/10) mengatakan, suatu negara dinilai berhasil yaitu saat negara itu mampu menjaga stok soal lumbung pangannya serta menjaga lahan pertaniannya dengan baik. Apabila lahan pertanian beralihfungsi, maka stok pangan berkurang dan negara akan impor pangan. Oleh karena itu, menentukan zonasi lahan pertanian berkelanjutan perlu dilakukan.

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

“Apabila Kabupaten/kota di Jatim menentukan zonasi lahan pertanian berkelanjutan ini, diharapkan lahan pertanian di Jatim tetap tumbuh subur tanpa diganggung oleh bangunan lainnya. Dan Jatim tetap bisa mempertahankan hasil pertaniannya sebagai lumbung pangan nasional,” tegasnya.

Ia mencontohkan, di Kabupaten Lamongan terdapat lahan pertanian yang produktif dan penyumbang stok pangan nasional diantaranya penghasil jagung dan padi paling baik dan subur di Indonesia. “Saya berharap Pemkab Lamongan dan Provinsi Jatim mempertahankan pertanian tersebut dan tidak mengahlifungsikan lahan pertanian tersebut yang sudah bagus menjadi perumahan atau bangunan hotel lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk zonasi lahan pertanian berkelanjutan di Jatim baru ada 14 kabupaten saja yang tercatat di dinas Pertanian provinsi. Diantaranya Bojonegoro, Lamongan, Madiun, Ngawi. “Kepada daerah di Jatim yang belum menentukan zonasi lahan berkelanjutan ini untuk segera menentukan lahan zonasi pertanian tersebut, sehingga Jatim yang menyandang predikat sebagai lumbung pangan Nasional bisa di pertahankan,” paparnya.

Pihaknya juga menyampaikan agar pelajaran tentang sejarah perlu dibangkitkan lagi bahkan kalau perlu dimasukan kurikulum mata pelajaran mulai tingkat SD hingga perlu perguruan Tinggi. Ia prihatin dengan kondisi pemuda saat ini yang mulai luntur dan tidak tentang nama pahlawan di Indonsia.

Firdaus menambahkan, guna membangkitkan dan menjadi sejarah menjadi kurikulum di sekolah perlu ditambahkan muatan materinya disesuaikan dengan perkembangan saat ini, seperti nama pahlawan Revolusi “Dengan adanya pelajaran sejarah ini diharapkan dapat membangkitkan rasa nasionalisme dan nama pahlawan bisa diingat oleh pemuda di Indonesia,”ujarnya.

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com