DISEMINASIKAN RISET KETERWAKILAN PEREMPUAN PADA PEMILU 2019, KPU JATIM LIBATKAN MASYARAKAT

Prosesi Pembukaan Acara Diseminasi Hasil Riset KPU Jatim

 

Surabaya, kpujatim.go.id- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) bekerja sama dengan Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan diseminasi riset Keterwakilan Perempuan pada Pemilu tahun 2019 hari ini (Rabu, 6/11), di ruang Adi Sukadana FISIP UNAIR Surabaya. Diseminasi melibatkan berbagai stakeholder dan kelompok masyarakat.

Diseminasi hasil riset yang bertujuan untuk menunjukkan hasil riset yang dilakukan KPU Jatim bersama dengan UNAIR ini, sengaja mengundang para akademisi, perwakilan partai politik di tingkat provinsi Jawa Timur, DP3AK, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Bawasluprov Jatim, pusat study gender UNAIR; UINSA; dan UNESA, Koaliasi Perempuan Indonesia Wilayah Jawa Timur, dan mahasiswa UNAIR.

Tim Peneliti Riset Keterwakilan Perempuan Menyampaikan Hasil Riset

Hadir pula secara khusus dalam diseminasi, Ketua KPU RI, Arief Budiman, dengan didampingi oleh Ketua dan Anggota KPU Jatim, Serta Dekan FISIP UNAIR, Falih Suaedi.

Ketua KPU RI, Arief Budiman pada kesempatan memberikan sambutan menuturkan bahwa penelitian semacam ini dilakukan di 17 provinsi di Indonesia dengan tema dan topik yang berbeda-beda. “Isu tentang keterwakilan perempuan dilakukan di 3 provinsi, yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan. KPU menyadari betul tidak bisa melakukan evaluasi pemilu 2019 secara sendirian. Dalam setiap akhir tahapan pemilu KPU wajib melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan berdasarkan tahapan-tahapan yang ada pada pemilu dan isu strategis dalam pemilu,” terang pria yang akrab disapa Pak AB ini (6/11/2019).

Lanjut Arief, sebenarnya hasil penelitian khusus di Jawa Timur menunjukkan angka keterwakilan perempuan dalam parlemen yang lebih baik, walaupun angkanya masih di bawah angka rata-rata nasional.

“Di tingkat nasional kenaikan keterwakilan perempuan di parlemen itu kurang lebih sekitar 3%. Sebelumnya, pada tahun 2014, keterwakilan perempuan di DPR mencapai  17%. Hari ini, keterwakilan perempuan di DPR mencapai 20,5%. Nah untuk Provinsi Jawa Timur itu, kenaikannya sebesar 1,6%. Kenaikan keterpilihan tercermin dari jumlah kandidat perempuan. Jumlah kandidat perempuan juga meningkat. Dikarenakan regulasi yang dibuat KPU dalam kandidasi mengenai keterwakilan perempuan tetap konsisten diimplementasikan,” papar Ketua KPU RI.

Hasil riset ini menurut Ketua KPU RI bisa menjadi salah satu refleksi, bukan hanya bagi penyelenggara pemilu kedepan regulasinya dibuat seperti apa, tetapi bisa juga menjadi masukan bagi peserta pemilu. “Kedepan strateginya mau dibuat seperti apa, tentu dengan semangat yang sama bahwa memang Kita ingin mendorong keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%,” tegasnya.

Usai prosesi pembukaan, dilanjutkan dengan diseminasi hasil riset oleh tim peneliti yang diwakili oleh Dosen FISIP UNAIR, Dwi Windyastuti Budi H., dan Siti Aminah. Dengan dimoderatori Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani. Setelah pemaparan hasil riset, lalu dibuka sesi tanya jawab, dan diakhiri sekitar pukul 16.15 WIB.

(AACS)

Sumber : KPU Jatim

KPU Jatim pemilu Pilgub Jatim Politik

Related Post