Dinar PUPR Tawarkan Dua Opsi Perbaikan Jembatan Putus Di Kedungwatu

Terkait jembatan di kedungwatu, jembatan penghubung antara desa Bancangan dan Desa Nglewan yang putus kemarin Kamis, (8/10). Kepala Dinas Pekerjaaan Umum, Jamus Kunto menawarkan dua opsi kepada pemerintah desa dalam hal perbaikanya.

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Jamus Kunto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum

 

Jamus menjelaskan untuk Jembatan Kedungwatu ini merupakan wewenang desa, oleh karena itu Dinas Pekerjaan Umum tidak bisa berbuat banyak. “Ya tapi kita terus pantau kondisi jembatan tersebut karena dibawahnya itu Dam Kedungwatu merupakan aset dari dinas PU,” ungkapnya, Jum’at, (9/11).

Melihat dari sejarahnya sebelum jembatan tersebut putus, Jamus membeberkan untuk pilar penyangga jembatan tersebut sudah keropos. “Pantauan kami 1 – 1,5 tahun lalu pilar jembatan sudah mengalami keropos,” imbuhnya.

Dari mulai keropos tersebut sebenarnya sudah dilakukan adanya portal jadi kendaraan yang bermuatan berat tidak bisa melewati jembatan tersebut. Akan tetapi gak tau kenapa portal tersebut dihilangkan sehingga bisa dilalui kendaraan berat dan terjadi putus. “Ya saya sangat menyayangkan kenapa portal tersebut dihilangkan, kan sudah tau ada keroposan, karena jembatan itu tidak didesain untuk kendaraan bermuatan berat,” tegasnya.

Pihak kami sudah lapor kepada Bupati untuk membantu Detail Engineering Design (DED) dan melakukan 2 penawaran kepada desa, yang pertama memperbaiki yang sudah ada dan yang kedua membangunnya lagi tetapi agak sebelah timur dan bentang nya lebih pendek dan tanpa pilar. “Kalau sebelumnya ada pilar yang ada di tengahnya dan itu bisa mengakibatkan keropos dan putus karena aliran sungainya membawa sampah bambu sehingga menyangkut dan menabrak di pilar tengah,” pungkasnya.

Jembatan tersebut merupakan jalan desa, saya sudah sampaikan kepada Bupati, ini bisa di laksanakan oleh desa. Kalau Pemerintah Daerah ingin membantun nantinya masuk dibantuan keuangan desa . “Kalau ditugaskan kepada saya, Perkim, atau BPBD nantinya kita masuk di belanja barang dan jasa yang di serahkan kepada desa,” tungkasnya.

Jamus juga berharap nantinya di tahun 2019 awal jembatan tersebut segera ditangani, “ya saya berharap nantinya tahun 2019 bisa segera di tangani,” harapnya. (Kominfo/fdl)

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Sumber : Pemkab Ponorogo