JatimTerkini.com
Kediri Raya

Di Seluruh Kabupaten Trenggalek, Pelaksanaan Hajatan di Awasi Oleh Petugas Gabungan

Polres Trenggalek – Pelaksanaan kegiatan hajatan di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Trenggalek dan utamanya diwilayah hukum Polsek Suruh Polres Trenggalek terus di wanti-wanti untuk menerapkan perilaku baru yaitu harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat demi untuk mencegah penyebaran atau claster baru penyebaran Covid 19

Pengawasan pelaksanaan hajatan ditengah pandemi Covid 19 tersebut seperti halnya yang dilakukan oleh tiga pilar Desa Suruh dan Satgas Covid 19 Desa Suruh pada sore ini bertempat di rumah Arif Dusun Panjen Desa Suruh Kecamatan Suruh. Sabtu (29/05)

Bhabinkantibmas Desa Suruh Polsek Suruh Polres Trenggalek Bripka Ferry Eko Harjono, S.H yang didampingi oleh Babinsa Desa Suruh Sertu Pujianto mengatakan bahwa selama ini sudah ada puluhan hajatan yang digelar di desa suruh sejak ada pandemi Covid-19. Bripka Ferry Eko juga memastikan protokol kesehatan wajib dipenuhi para penyelenggara kegiatan hajatan.

“Sebelum menggelar acara, pemilik hajatan wajib membuat surat pernyataan serta pemberitahuan kegiatan ke gugus tugas RW, Desa hingga Kecamatan dan dari pemberitahuan itu, gugus tugas termasuk dari kecamatan bakal mengecek ke lokasi sebelum kegiatan hajatan digelar untuk memastikan protokol sudah dipenuhi. Hal itu seperti sarana dan prasarana untuk pengecekan suhu tubuh hingga penataan kursi tamu,” tutur Bripka Ferry Eko Harjono

Bhabinkamtibmas Desa Suruh juga menjelaskan ketika mengundang tamu dengan jumlah lebih dari 50 orang, penyelenggara diminta mengatur agar tamu datang secara bergelombang.

“Ketika ada tamu dari luar kota misalkan tamu besan diatur agar penyelenggara itu menyediakan kelompok kursi khusus,” jelasnya

Waktu hiburan dan jenis hiburan untuk saat ini oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga dibatasi dan disinggung kegiatan hiburan saat hajatan, Bripka Ferry Eko mengatakan bisa digelar namun tetap wajib mematuhi protokol serta itupun hanya satu jenis yaitu elektone atau organ tunggal

“Waktunya tetap dibatasi yang artinya ketika penyelenggara akan menampilkan pentas seni untuk saat ini yang bisa ditampilkan yaitu hanya pentas seni elektone atau organ tunggal yang mana pesertanya maksimal 6 Orang dan untuk jamnya hanya sampai pukul 17.00 Wib sedangkan untuk hiburan tape atau sound sistem sampai pukul 21.00 Wib,” urainya.

Lebih lanjut, Bripka Ferry Eko Harjono mengatakan kegiatan hajatan di wilayah desa suruh pada khususnya dan umumnya di wilayah hukum Polsek Suruh Polres Trenggalek relatif sudah mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Namun, dia mengakui bahwa gugus tugas atau satgas Kecamatan Suruh pernah menegur penyelenggara kegiatan hajatan lantaran tak mengontrol kegiatan hiburan yang menimbulkan kerumunan.

Sementara itu ditemat terpisah Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP Mujiata, S.H saat dikonfirmasi menyampaikan dan memastikan pengawasan secara berjenjang bakal terus dilakukan untuk memastikan penyelenggara hajatan ditengah pandemi Covid 19 ini harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat

“Selama ini Polsek Suruh Polres Trenggalek, Posramil Suruh dan Satpol PP Kecamatan Suruh terus berkoordinasi dengan gugus tugas atau satuan tugas penanganan Covid-19 tingkat desa dalam pemantauan kegiatan hajatan,” ucap Kapolsek Suruh

Masih menurut AKP Mujiata bahwasannya hingga kini, kegiatan hajatan yang digelar oleh warga baik yang ada di rumah maupun di halaman rumah hingga saat ini relatif sudah menerapkan protokol kesehatan.

“Selama pantauan kami hingga saat ini hajatan yang digelar oleh warga sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan, namun tanpa kita pungkiri masih ada beberapa penyelenggara kegiatan hajatan yang ngeyel melanggar protokol kesehatan yaitu menampilkan hiburan Campursari dan Lagen Tayub namun hal tersebut bisa kita tegur dan kita ingatkan,” jelas Kapolsek Suruh Polres Trenggalek AKP Mujiata

AKP Mujiata menekankan protokol kesehatan yang wajib dipatuhi dalam penyelenggaraan hajatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak, serta mewajibkan para tamu mencuci tangan mereka sebelum memasuki tempat hajatan dan protokol lain yakni pembatasan jumlah tamu undangan.

“Harus diperhatikan betul protokol kesehatan yang ada jangan sampai nantinya menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid – 19, maksimal tamu yang datang 50 orang dan itu tidak datang secara bersamaan. Jadi tamu yang datang diusahakan bergantian atau banyu mili,” tambahnya

Sumber : Polres Trenggalek

Related posts

Upaya dalam Harkamtibmas, Kapolsek Watulimo Jalin Koordinasi dengan Tokoh Agama

Adhis

Pasar Kliwon, Kami Hadir

Adhis

Cegah Over Dosis, Perlunya Pengawasan Obat Dengan Resep Dokter

Adhis