Angka Kematian Bumil Di Sidoarjo Duduki Peringkat Ketiga Se Jatim

(SIDOARJOterkini) – Tingginya angka kematian ibu saat melahirkan di Kabupaten Sidoarjo masuk dalam lima besar dan peringkat ketiga se Jawa Timur.

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

“Hal ini akan menjadi perhatian khusus pemerintah,” ujar Khofifah Indar Parawansa Gubernur Terpilih, saat menghadiri peresmian Klinik Barokah Medika di Waru, Kamis (18/10/2018).

Untuk itu lanjut Khofifah, tingginya angka kematian ibu hamil dan saat melahirkan menjadi sebuah perhatian yang serius. Harus diberikan pemahaman pentingnya memeriksakan kehamilannya secara berkala.

“Paling tidak pemeriksaan kehamilan dilakukan empat kali selama hamil,”ucapnya.

Selian itu, harus juga memastikan pada ibu- ibu hamil. Pada saat nifas bisa mendapatkan percepatan pelayanan. Karena telat pelayanan itu potensi terjadinya angka kematian ibu.

“Dari masalah inilah Keberadaan klinik ini penting sebagai penyangga dan punya tugas kordinasi pada posyandu dan Puskesmas,” tukasnya.

Sementara itu,  Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, menanggapi angka kematian ibu melahirkan di Sidoarjo. Meminta masyarakat punya kesadaran tentang pentingnya kesehatan guna mengurangi indeks kematian ibu hamil.

“Kita sudah cukup untuk fasilitas kesehatan di Sidoarjo. Bahkan tiap kecamatan ada dua Faskes, mudah mudahan bisa mengurangi angka kematian ibu yang kesadaran pentingnya Kesehatan,” ujarnya singkat. (cles)

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com